Oktober 21, 2021

Belajar Energi

BelajarEnergi.com – Belajar Energi adalah Hak Segala Bangsa

Energi Angin (pixabay.com)

Wow Potensi Energi Angin di Indonesia 60,6 GW Lho!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BelajarEnergi.com – Negara Indonesia merupakan negara yang mendapatkan kenikmatan dan kelimpahan sumber daya alam yang luar biasa. Negara yang memiliki garis pantai yang panjang ini juga mempunyai potensi-potensi alam yang hebat. Salah satunya adalah Energi Angin. Pemerintah Indonesia sendiri terus mengupayakan pemanfaatan dari energi angin ini sebagai tulang punggung energi nasional.

Pengertian Energi Angin

Energi angin merupakan energi yang masuk ke dalam salah satu energi terbarukan. Dari segi pemanfaatan. Energi angin sudah berkembang cukup pesat dan di manfaatkan di berbagai macam wilayah sebagai salah satu penunjang ketersediaan energi. Dalam energi angin, energi ini relatif bersih dan ramah lingkungan. Ini di sebabkan energi angin tidak mengeluarkan atau menghasilkan karbon dioksida (CO2) ataupun gas-gas lain yang bisa menunjang keberlangsungan pemanasan global. Energi angin juga tidak menghasilkan limbah  yang bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Energi angin merupakan energi yang selalu tersedia setiap saat, karena jika dilihat komposisi utamanya adalah angin itu sendiri. Dari segi komersial, energi ini mempunyai masa depan dan potensi keuntungan di masa depan. Salah satu alat penghasil energi angin, turbin atau kincir angin mempunyai daya tarik sendiri, sehingga terkadang dimana alat itu berada, maka tempat tersebut dijadikan daya tarik wisata.

Sebagian besar negara di Eropa dan Amerika sudah melakukan pemanfaatan terhadap Energi angin sebagai salah satu penunjang ketersediaan energi nasional. Karena, energi angin sangat menguntungkan dan sangat sedikit sekali negatifnya terhadap manusia maupun lingkungan.

Potensi Energi Angin di Indonesia

Negara Indonesia mempunya potensi energi baru terbarukan yang sangat besar.salah satunya energi angin. Dengan posisi Indonesia menjadi negara dengan garis pantai yang panjang, potensi energi angin cukup besar jadinya. Menurut data dari Ditjen EBTKE Kementerian ESDM (2017), Indonesia memiliki potensi energi angin sebesar 60.647 MW yang tersebar di 34 provinsi (Gambar 1).

Baca juga: Wow! Indonesia Kaya Potensi Energi Baru Terbarukan hingga 509 GW!

Daerah provinsi yang memiliki potensi paling besar adalah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan potensi sebesar 10.188 MW. Kemudian disusul oleh Jawa Timur sebesar 7.907 MW, Jawa Barat sebesar 7.036 MW, Sulawesi Selatan sebesar 4.193 MW, hingga yang paling kecil adalah DKI Jakarta dengan potensi hanya sebesar 4 MW.

Peta potensi energi angin di Indonesia (Ditjen EBTKE KESDM, 2017)
Gambar 1. Peta potensi energi angin di Indonesia (DEN, 2020)

Adapun Ditjen EBTKE Kementerian ESDM pada 2016 juga merilis klasifikasi potensi energi angin di beberapa wilayah Indonesia (Tabel 1). Dalam tabel tersebut dijelaskan bahwa kelas potensi energi angin dilihat berdasarkan kecepatan angin (m/s) dan daya spesifik yang dihasilkan (W/m2). Klasifikasi kelas tersebut dibagi menjadi empat yaitu kurang potensial, potensi rendah (skala kecil), potensi menengah (skala menengah), dan potensi tinggi (skala besar).

Kelas kurang potensial memiliki kecepatan angin sebesar < 3,0 m/s dan daya spesifik sebesar < 45 W/m2. Terdapat 66 lokasi yang termasuk dalam kelas tersebut. Adapun lokasi tersebut berada di wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Jawa Tengah, NTB, Kalimantan Selatan, NTT, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Maluku.

Kelas potensi rendah (skala kecil) memiliki kecepatan angin sebesar 3,0 – 4,0 m/s dan daya spesifik sebesar < 75 W/m2. Terdapat 34 lokasi yang termasuk dalam kelas tersebut. Adapun lokasi tersebut berada di wilayah Lampung, DIY, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, Kalimantan Selatan, NTT, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Barat.

Kelas potensi menengah (skala menengah) memiliki kecepatan angin sebesar 4,1 – 5,0 m/s dan daya spesifik sebesar 75 – 150 W/m2. Terdapat 34 lokasi yang termasuk dalam kelas tersebut. Adapun lokasi tersebut berada di wilayah Bengkulu, Banten, DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan.

Kelas potensi tinggi (skala besar) memiliki kecepatan angin sebesar > 5,0 m/s dan daya spesifik sebesar > 150 W/m2. Terdapat 19 lokasi yang termasuk dalam kelas tersebut. Adapun lokasi tersebut berada di wilayah DIY, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, NTB, NTT, dan Sulawesi Utara.

Wow Potensi Energi Angin di Indonesia 60,6 GW Lho! Belajar Energi
Tabel 1. Klasifikasi potensi energi angin di beberapa wilayah Indonesia (DEN, 2020)

Kementerian ESDM pada tahun 2018 juga merilis potensi yang dimiliki Indonesia sebagai penghasil energi listrik dari angin yaitu sebesar lebih dari 100 megawatt (MW). Dua wilayah yang sudah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) adalah Sidrap dan Jeneponto di Sulawesi Selatan. Dua wilayah tersebut berpontensi menghasilkan energi listrik dari angin lebih dari 200 MW. Masing-masing rincian kapasitas PLTB yang sudah di bangun di daerah tersebut adalah Sidrap dengan kapasitas 75 MW dan Jeneponto dengan kapasitas 72 MW.

Selain dua wilayah tersebut. Masih ada wilayah-wilayah lainnya di Indonesia yang memiliki kapasistas ataupun potensi energi listrik dari angin yang cukup besar dan menjanjikan. Dikutip dari ekonomi.bisnis.com berikut adalah beberapa wilayah di indonessia yang mempunyai potensi tersebut.

  1. Gunung kidul (10 MW) dan bantul (50 MW) di DIY Yogyakarta
  2. Belitung timur (10 MW)
  3. Tanah Laut (90 MW)
  4. Selayar (5 MW)
  5. Buton (15 MW)
  6. Kupang (20 MW, Timur Tengah Selatan (20 MW), Sumba Timur (3 MW) di NTT
  7. Ambon (15 MW), Kei Kecil (5 MW) dan Saumlaki (5 MW) di Ambon

Di luar dari potensi-potensi daerah di atas, masih ada wilayah lain yang juga mempunyai potensi yang sama. Bahkan melebihi kapasitas di atas. Daerah tersebut diantaranya adalah Sukabumi  dengan potensi kapasistas 170 MW, Garut dengan 150 MW, Lebak dan Pandegelang masing-masing 150 MW, dan Lombok dengan 100 MW. Nah dari wilayah-wilayah di atas, beberapa sedang di dilaksanakan pengembangan baik oleh pemerintah maupun swasta yang bergerak di sektor energi, utamanya listrik.

Pemanfaatan Energi Angin di Luar Negeri

Sampai saat ini Indonesia tenaga listriknya masih dominan berbahan batubara maupun bahan bakar minyak. Di sisi lain, negara-negara selain indonesia sudah beralih menggunakan energi angin sebagai bahan tenaga listriknya. Bahkan, negara lain banyak yang sudah berinvestasi besar-besaran dibidang energi angin untuk dijadikan tenaga listrik tersebut. Memang cukup seksi apabila dilihat potensi energi angin dari sisi lingkungan maupun komersialnya. Berikut adalah beberapa negara yang memanfaatkan energi angin menjadi tenaga listrik.

  1. Kanada, memiliki kebijakan politik untuk membuat atau menyediakan tenaga listrik yang ramah lingkungan. Karena itu, kanada memilih energi angin sebagai salah satu penyedia untuk tenaga listrik. Karna kita ketahui bahwa energi angin cukup ramah lingkungan. Program tersebut banyak terlaksana di daerah Ontario dan Nova Scotia.
  2. India, dengan populasi yang meningkat cukup besar di india. Pemerintah mulai beralih menjadikan energi angin untuk menyediakan tenaga listrik. Menurut WWEA. India adalah negara yang memperkenalkan energi angin berskala besar dan masuk peringkat 5 besar dunia.
  3. Spanyol menurut data mempunyai energi angin yang sangat mengesankan.. namu, keadaan ekonomi nya yang membuat program energi angin untuk dijadikan penyedia tenaga listrik belum terselesaikan. Sampai saat ini, Spanyol hanya memiliki kapasitas 30 gigawatt
  4. Jerman. Jerman merupakan pimpinan pasar tenaga angin dikawasan eropa. Bahkan jerman membantu uni eropa untuk melampaui 100 gigawatt tenaga angin yang akan dipasangkan pada saat musim gugur. Kapasitas yang dimiliki jerman sendiri sampai saat ini sudah lebih dari 30 gigawatt.
  5. Amerika serikat. Hingga kini, amerika serikat telah memanfaatkan energi angin menjadi salah satu sumber penyedia tenaga listrik. Kapasitas yang miliki amerika serikat saat ini adalah 60 Gigawatt. Karena itu. Amerika masuk kedalam peringkat 2 WWEA. Namun, beberapa tahun terakhir project ini mandek dikarenakan keberpihakan pemerintah amerika itu sendiri.
  6. dan yang terakhir adalah negara berperingkat pertama WWEA. Ya, negara itu adalah China. China sampai hari ini telah mempunyai kapasistas yang fantastis berjumlah 6.7 Gigawatt. China telah melakukan ini sejak 10 tahun yang lalu dan berpotensi terus menambah kapasistas yang sammpai saat ini dimilikinnya.

Pemanfaatan di Indonesia

Sampai saat ini, pemerintah sudah membangun dua PLTB besar untuk menunjang ketersediaan tenaga listrik bersumber dari energi angin. PLTB Sidrap dan PLTB Tolo I di Jeneponto. Pada 2025 mendatang, target pemerintah untuk bauran energi nasional sebannyak 23% yang berasal dari EBT terus di genjot. Salah satu ikhtiar dalam pembangunan dan mengejar target tersebut ialah membangun dua PLTB terbesar tersebut.

Pada 2014, Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi dibangun turbin beserta instalasinya oleh Head of Fluid and Thermodinamycs Research Center, Tropical Renewable Energy Center (TREC), Adi Surjosatyo. Dibangunnya tersebut bukan tanpa alasan, daerah yang memiliki akses yang cukup sulit tersebut seringkali mendapat pemadaman listrik dari PLN. Oleh karena itu, melihat potensi angin yang cukup tersebut, maka dibangunlah turbin tersebut. Turbin tersebut diharapkan bisa menjadi bagian untuk menyediakan tenaga listrik di daerah tersebut.

Dari pemanfaatan yang dilakukan oleh Indonesia, masih cukup minim kita memanfaatkan tenaga angin untuk sektor-sektor yang cukup dibutuhkan masyarakat. Kita saat ini masih tertinggal dari negara-negara lain dalam hal inovasi. Namun hal tersebut tidak bisa selayaknya kita jadikan alasan untuk kita tida mencari tahu inovasi-inovasi lain yang bisa bermanfaat bagi negara.

Penulis: Muchamad Raffi Akbar

Editor: Riko Susetia Yuda


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •