Desember 8, 2021

Belajar Energi

BelajarEnergi.com – Belajar Energi adalah Hak Segala Bangsa

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BelajarEnergi.com – Besar harapan di tahun 2021 ini terjadi kebangkitan di bidang ekonomi meskipun keadaan masih pandemi. Salah satu hal yang terkait yakni outlook energi Indonesia yang juga diproyeksikan akan dapat menghemat devisa negara serta mendukung perkembangan ekonomi negara Indonesia tahun 2021.

Acara talkshow diadakan secara virtual dengan tema outlook energi Indonesia digelar Sopolos serta didukung oleh PLN yang mengisyaratkan hadirnya perkembangan ekonomi menghadirkan tiga narasumber berkualitas, yang mana masing – masing dari mereka menyampaikan pandangan energi yang ada di Indonesia melalui berbagai bidangnya.

Tiga narasumber yang hadir dalam talkshow outlook energi Indonesia tersebut diantaranya Djoko Siswanto, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional serta Bob Saril selaku Direktur niaga dan manajemen pelanggan PLN juga Dharma Djojonegoro sebagai Deputy CEO PT Adaro Power.

Pandangan Tentang Energi Indonesia

Djoko Siswanto selaku sekretaris jendral Dewan Energi Nasional memberi sebuah gambaran tentang bagaimana BBM Indonesia yang masih harus impor, tentunya harus ada dana yang dikeluarkan untuk kebutuhan tersebut yang akan berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian di Indonesia dan pada pos anggaran.

Ia menjelaskan bahwa di negara Indonesia terdapat berbagai sumber energi lain yang mampu menggantikan keberadaaan BBM, yang mana hal tersebut dapat mengurangi kegiatan impor BBM atau bahan bakar minyak. Jika sumber energi lain mampu menggantikan BBM tentulah terjadi penghematan biaya impor.

Dalam kegiatan talkshow outlook energi Indonesia tersebut dijelaskan bahwa sumber ekonomi yang dapat mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak impor dari luar yakni tenaga surya, batu bara, air dan gas. Akan tetapi guna mendukung penggunaan sumber energi yang ada tentu dibutuhkan adanya infrastruktur yang memadai.

Dibutuhkan adanya pembangunan jaringan transmisi untuk listrik, pengoptimalan sumber daya minyak yang ada di dalam negeri dengan meningkatkan produksi sejumlah 1 juta barel setiap harinya serta adanya jaringan gas antar pulau di Indonesia. Pada tahun 2026 diharapkan bahwa infrastruktur akan segera selesai sehingga dapat menghemat devisa negara sebesar 11,2 milliar dollar setiap tahunnya.

Dharma Djojonegoro selaku Deputy CEO PT Adara Power pun mengungkapkan dalam talkshow outlook energi Indonesia bahwa siap untuk mendukung setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Hal tersebut dilakukan oleh PLN atau Perusahaan Listrik Negara termasuk dalam pengembangan gasifikasi batu baru kepada DME atau Dimethyl Ether guna melakukan dukungan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2021.

Dharma menyatakan bahwa DME atau Dimethyl Ether digunakan sebagai alternatif pengganti gas LPG guna memenuhi kebutuhan energi dalam rumah tangga. Langkah strategis tersebut sangat diyakininya dapat menekan kegiatan impor LPJ dari luar negeri sehingga setidaknya mampu menghemat pengeluaran untuk impor.

Baca juga: Intip Yuk Gas Alam Indonesia yang Punya Cadangan 142 TSCF!

Kebijakan Energi Indonesia

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan salah satu kementrian yang memiliki fungsi untuk menyelenggarakan berbagai urusan yang ada di bidang sumber daya mineral dan energi guna mewujudkan kedaulatan energi serta kemandirian untuk bangsa Indonesia. Kementrian tersebut membuat sebuah Kebijakan Energi Nasional atau yang biasa disebut dengan KEN.

Outlook energi Indonesia dengan adanya kebijakan tersebut membuat target bauran tentang energi terbarukan di dalam energi primer berjumlah paling sedikit 23 persen di tahun 2025 mendatang. Di samping itu juga meminimalkan adanya penggunaan minyak bumi kurang dari 25 persen di tahun 2025. Efisiensi energi pun diberi target untuk dapat turun sebesar 1 % setiap tahunnya sebagai upaya untuk mendorong penghematan pemakaian energi pada seluruh sektor.

Target dalam KEN pun termasuk cukup banyak dan menjadi pertimbangan di dalam proyeksi permintaan energi di antaranya prioritas penggunaan energi fosil pada bahan baku industri nasional serta adanya optimalisasi penggunaan gas bumi bagi para domestik. Salah satu outlook energi Indonesia pada produksi minyak bumi dalam 10 tahun terakhir ini menunjukkan adanya penurunan yang awalnya 346 juta barel di tahun 2009 menjadi hingga 283 juta barel pada tahun 2018.

Secara umum, terjadinya penurunan produksi tersebut disebabkan oleh beberapa sumur yang mengalami penurunan kualitas akibat umur sedangkan produksi pada sumur baru sangatlah terbatas. Outlook energi Indonesia lainnya adalah mengenai kebutuhan kilang di Indonesia yang harus terpenuhi membuat negara Indonesia harus mengimpornya dari Timur Tengah sehingga terjadi ketergantungan terhadap kegiatan impor bahkan mencapai 35 persen.

Pada sisi lainnya, kegiatan produksi batubara yang ada di Indonesia diperkirakan akan terus mengalami peningkatan terlebih guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri yakni pembangkit listrik serta industri juga permintaan ekspor. Pada periode 2009 hingga 2018 produksi batubara di Indonesia terus mengalami peningkatan yang terbilang cukup besar yakni dengan pencapaian sejumlah 557 juta ton di tahun 2018.

Ekspor batubara mencapai 63 persen atau sekitar 357 juta ton yang mana sebagian besarnya digunakan untuk memenuhi permintaan dari India dan China. Angka ekspor yang tinggi menajadikan negara Indonesia sebagai salah satu negara eksportir yang paling besar di seluruh dunia. Outlook energi Indonesia dalam energi fosil, terlebih pada minyak bumi dan komitmen global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca membuat pemerintah meningkatkan adanya energi baru serta terbarukan secara terus – menerus.

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral atau yang biasa dikenal dengan ESDM terus membantu terwujudnya pengelolaan energi serta sumber daya alam dengan tujuan membuat outlook energi Indonesia sebagai negara yang dapat memenuhi kebutuhan akan energi nasional tanpa harus tergantung kepada negara lain.

Pada intinya, kedaulatan energi tersebut merupakan kemampuan negara dalam menyediakan energi di dalam negeri dan tidak tergantung pada kegiatan impor dari negara lain. Keberadaan listrik yang dapat dijadikan sebagai pengganti dari BBM kendaraan bermotor maupun mobil menjadi salah satu langkah yang dapat digunakan oleh beberapa negara maju guna mengurangi ketergantungan kepada minyak mentah untuk bahan bakar.

Adanya sepeda motor dan mobil listrik, besar harapan untuk masyarakat mampu beralih yang semula menggunakan kendaraan konvesional kini menggunakan kendaraan listrik karena dapat menuju ke arah kebijakan penggunaan energi pada negara – negara maju menuju pemanfaatan energi listrik.

Tidak hanya itu, pemerintah pun mendukung adanya pemanfaatan energi terbarukan yang dapat digunakan untuk energi alternatif dalam pembangkit listrik. Misalnya saja penggunaan PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Hal tersebut telah disosialisasikan oleh ESDM beberapa tahun terakhir. PLTS dapat digunakan pada beberapa gedung perkantoran serta rumah pribadi. Diharapkan dengan adanya PLTS ini mampu mengurangi tagihan listrik PLN di rumah secara pribadi.

Outlook energi Indonesia yakni Indonesia mampu memanfaatkan adanya geothermal atau panas bumi untuk PLTP atau Pembangkit Listrik. Adanya jenis energi terbarukan dan baru ini mampu menyaingi adanya batubara yang juga dijadikan sebagai Pembangkit Listrik. Indonesia yang sangat kaya dengan panas bumi, maka tak heran jika potensi adanya panas bumi diterapkan secara maksimal.

Penulis: Muchammad Raffi Akbar

Editor: Riko Susetia Yuda


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •