Juli 24, 2021

Belajar Energi

BelajarEnergi.com – Belajar Energi adalah Hak Segala Bangsa

Manifestasi Energi Panas Bumi New Zealand

Energi Panas Bumi di Indonesia Potensinya Hingga 29 GW Lho!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BelajarEnergi.com – Kelebihan dan kenikmatan alam yang di berikan kepada Negara Indonesia luar biasa banyaknya. Berbagai sumber daya alamnya sangat melimpah membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang mempunyai berbagai macam cadangan energi yang cukup melimpah. Tanah subur, air melimpah, energi, dan lainya betul-betul melimpah di negera ini. Salah satunya yang akan kita bahas di sini adalah sumber potensi energi panas bumi di Indonesia.

Baca juga: Wow! Indonesia Kaya Potensi Energi Baru Terbarukan hingga 508 GW!

Letak geografis negara Indonesia (Gambar 1) yang masuk dalam wilayah tumbukan lempeng dan cincin api (ring of fire) serta membentangnya garis khatulistiwa membuat cadangan energi di negara ini menjadi salah satu negara dengan cadangan yang cukup melimpah. Penggunaan energi fosil yang berlebihan dan berdampak cukup buruk terhadap lingkungan membuat negera ini harus sesegera mungkin mencari solusi atas rusaknya lingkungan tersebut. Salah satu solusi yang ingin kita bahas adalah energi panas bumi. Banyak faktor yang dapat kita jadikan enegi panas bumi sebagai salah satu solusi terkait ketergantungan kita terhadap energi fosil.

Jalur cincin api dunia dengan potensi energi panas bumi (sumber: mirror.co.uk)
Gambar 1. Jalur cincin api dunia (sumber: mirror.co.uk)

Apa itu Energi Panas Bumi?

Energi panas bumi merupakan energi yang bersumber dari dalam bumi dan mengandung fluida air. Biasanya kedalaman sumber energi panas bumi di dalam bumi mencapai 11 kilometer. Energi panas bumi termasuk kategori yang menjadi sumber energi baru saat ini. Panas bumi ini juga menjadi salah satu energi yang tidak merusak dan cukup ramah lingkungan.

Dibanding dengan energi fosil yang sangat tidak ramah lingkungan dan cenderung menjadi perusak lingkungan, energi panas bumi jauh lebih baik. Fluida panas yang terdapat di bagian dalam bumi memiliki temperatur yang sangat tinggi. Dikutip dari theconversation.com, tekanan tersebut mencapai 300oC, tidak heran jika kita bisa menjadikan panas bumi menjadi penyedia energi yang cukup masif.

Asal dari energi panas bumi adalah sistem geotermal yang ada di bumi. Sistem ini terjadi karena adanya perpindahan panas dari suatu sumber panas dalam bumi ke permukaan bumi. Sistem ini idealnya (Gambar 2) terdiri dari batuan panas yang terdapat pada kedalaman 3 kilometer di dalam bumi, batuan rekahan yang di dalamnya mengandung reservoar fluida dan berposisi di bagian atas dari batuan panas dan yang terakhir adalah batuan penudung yang biasanya terdiri dari lempung ubahan dan menyelimuti reservoar. Nah, potensi atau keberadaan dari sistem panas bumi tersebut bisa kita temukan di permukaan apabila terdapat salah satunya manifestasinya yaitu lumpur panas.

Sistem energi panas bumi ideal (sumber: lidsen.com)
  Gambar 2. Sistem panas bumi ideal (sumber: lidsen.com)

Cara Kerja dari Pemanfaatan Energi Panas bumi                             

Energi Panas bumi sebagai salah satu energi yang alternatif untuk digunakan menjadi penting untuk dipahami penggunaanya. Fungsi atau kebutuhan tertentu yang melibatkan energi panas bumi tentu berbeda-beda penggunaannya. Ada penggunaan langsung dan penggunaan tidak langsung. Penggunaan langsung merupakan upaya dalam memanfaatkan energi panas bumi tanpa dikonversikan ke dalam bentuk energi lainnya. Penggunaan langsung ini umumnya diterapkan pada sektor pariwisata, pertanian/perkebunan maupun industri kecil menengah yang membutuhkan uap panas hasil panas bumi.  

Adapun penggunaan tidak langsung merupakan upaya dalam memanfaatkan energi panas bumi untuk dikonversikan ke dalam bentuk energi lainnya, seperti energi listrik. Cara kerja yang digunakan dalam pemanfaatan ini sebagai berikut:

  1. Air dimasukan melewati pipa injeksi menuju kedalam reservoir panas bumi tanah bawah.
  2. Kemudian si panas bumi akan membuat air menjadi uap panas.
  3. Selanjutnya, uap panas yang telah di hasilkan dari panas bumi akan dihantarkan ke turbin.
  4. Selanjutnya turbin akan bergerak akibat dari Uap panas yang telah sampai dan generator akan menghasilkan aliran tenaga listrik.
  5. Uap yang sudah menggerakan turbin akan mengembun menjadi air dan selanjutnya di panaskan lagi.

Pemanfaatan Energi Panas Bumi Dunia

Seluruh negara di dunia telah memanfaatkan energi panas bumi sebagai salah satu penunjang kebutuhan energi di negara tersebut. Pemanfaatan energi panas bumi yang dipakai salah satunya adalah listrik. Sistem kerjanya adalah panas bumi mengeluarkan uap air yang dapat menjalankan turbin pembangkit listrik.

Selain itu, sektor yang memanfaatkan keberadaan energi panas bumi adalah sektor wisata. Sektor wisata yang memanfaatkan energi panas bumi seperti pemandian air panas yang bersumber langsung dari dalam bumi dan baik untuk kesehatan tubuh.

Negara benua Eropa pun sudah banyak yang memanfaatkan energi ini. Italia merupakan negara pertama yang mengembangan energi ini yaitu sejak tahun 1912 dan sudah menopang sekitar 26% kebutuhan listrik negara tersebut melalui PLTP Larderello, Tuscany. Kemudian Islandia juga ikut mengembangan energi terserbut secara langsung  (non-listrik) sejak tahun 1930. Beralih ke benua Oceania, New Zealand mulai mengembangkan energi listrik dari panas bumi tersebut di tahun 1958.

Dikutip dari Kompas.com, Hongaria, Kroasia, Jerman, Belgia, dan Inggris juga sudah memanfaatkan energi panas bumi sebagai pembangkit listrik dan sudah beroperasi. Di negara Jerman sudah terpasang 37 PLTP yang beroperasi sebagian besar di wilayah Bavaria. Bahkan Jerman berencana menambah 16 pembangkit listrik dan pemanas yang lainnya dan akan di selesaikan dalam beberapa tahun mendatang. Saat ini, sudah terdapat 24 negara yang mendirikan PLTP termasuk Indonesia.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia memiliki sekitar 30-40% potensi panas bumi dunia. Menurut data dari Kementerian ESDM (2020), saat ini di Indonesia memiliki total potensi panas bumi sebesar 28.910 MW. Rincian potensi tersebut terdiri dari sumberdaya sebesar 12.386 MW dan cadangan sebesar 16.524 MW. Potensi tersebut tersebar di 70 pertambangan panas bumi di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, aktivitas eksplorasi panas bumi sudah dilakukan sejak tahun 1918 yaitu di kawah Kamojang. Kemudian pada tahun 1926 – 1929, sudah dibor lima sumur eksplorasi yang mana sumur KMJ-3 masih berproduksi hingga saat ini dengan jenis uap panas kering atau dry steam. Berhubung sistem panas bumi di Indonesia umumnya adalah sistem hidrothermal bersuhu tinggi (> 225oC), hanya sedikit yang bersuhu sedang (150-225oC), hal ini merupakan keuntungan pula untuk dapat dijadikan sebagai sumber pembangkit listrik.

Menurut data dari Kementerian ESDM (2020), di tahun 2019 pemanfaatan panas bumi sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Indonesia masih sebesar 2.131 MW atau capaiannya hanya sebesar 7,37%. Terjadi penambahan sebesar 376 MW di tahun 2019 tersebut dengan rincian PLTP Muaralaboh sebesar 85 MW, PLTP Sorik Marapi sebesar 42,3 MW, dan PLTP Lumut Balai sebesar 55 MW.

PLN sudah mengoperasikan sejumlah Pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan total dari kapasitasnya adalah 566,5 MW dan swasta sebesar 747 MW. Menurut data dari PLN, persentase yang sudah dicapai PLN dalam pemanfaatan Energi Panas bumi untuk sektor Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 49%. Selain listrik, sektor-sektor lain yang memanfaatkan sumber energi panas bumi di Indonesia adalah sektor industri pertanian.

Sektor industri pertanian belum begitu masif memanfaatkan, tetapi sebagian ada yang sudah memanfaatkan sumber energi tersebut yaitu untuk mengeringkan hasil pertanian. Teknologi sederhana yang dipakai adalah alat Heat Exchanger. Energi panas bumi berupa air panas dialirkan melalu Heat Exchanger. Kemudian alat ini akan mengaliri panas untuk membantu proses pengeringan.

Dikutip dari panasbuminews.com, pemanfaatan energi panas bumi langsung pada industri pertanian sudah dilakukan pada industri gula aren di pabrik gula Masarang, kecamatan Tomohon, Sulawesi Selatan sejak tahun 2004. Pemanfaatan ini terlaksana berkat kerjasama antara PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan Yayasan Masarang. Semenjak kerjasama itu dilakukan, warga perlahan meninggalkan kayu bakar dan memanfaatkan energi panas bumi tersebut.  

Sektor lainnya adalah sektor wisata. Sektor wisata di Indonesia yang memanfaatkan energi panas bumi adalah wisata pemandian air panas. Pemandian air panas tersebut sangat baik untuk kesehatan tubuh dan ketenangan jiwa.

Dengan kekayaan dan posisi geografis Indonesia yang berada di bentangan garis khatulistiwa, membuat sumber energi panas bumi di Indonesia cukup melimpah. Kendala dasarnya adalah memang pengembangan energi panas bumi ini memerlukan investasi yang cukup besar. Namun, hal ini jangan dijadikan sebagai penjegal untuk keberlangsungan dan pengembangan energi di negera indonesia demi menyongsong visi bauran energi nasional sektor EBT sebesar 23% di tahun 2025.

Penulis: Muchamad Raffi Akbar

Editor: Riko Susetia Yuda


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •