Desember 7, 2021

Belajar Energi

BelajarEnergi.com – Belajar Energi adalah Hak Segala Bangsa

Energi Nuklir sebagai Pembangkit Listrik (Adege dari Pixabay.com)

Energi Nuklir Indonesia Miliki Potensi 3000 MW, Siapa Takut?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BelajarEnergi.com – Progres perkembangan energi global sudah sangat jauh melangkah. Efek tersebut bagi Indonesia adalah negara ini dituntut untuk bertransformasi dalam bidang energi. Indonesia terus mengupayakan yang terbaik dalam hal transfomasi energi tersebut. Salah satunya, memprioritaskan akselerasi pengembangan energi nuklir sebagai bagian dari energi baru terbarukan (EBT).

Pemerintah memperhatikan terus perkembangan dari teknologi EBT yang sangat cepat dan kompetitif dari energi fosil. Transisi energi yang baik harus dilakukan secara komprehensif. Bicara transisi energi, banyak faktor yang mendorongnya. Menurut Direktur Jendral Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Harris Yahya menyebutkan bahwa hal yang mendorong perubahan iklim, peningkatan kesejahteraan, keadilan energi, tren biaya EBT yang terus menurun, upaya peningkatan kualitas udara yang bersih, dan peningkatan kekuatan energi.

Berbagai perancanaan sudah di buat oleh pemerintah. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Energi Baru Terbarukan sampai tahun 2035 ditargetkan mencapai 37.30 gigawatt (GW). Selain itu ada Implementasi Peraturan Presiden tentang harga EBT, Pengembangan Renewable Energy Based Industrial Development (REBID) melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) skala besar yang terintegrasi dengan industri, dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar.

Pengertian Energi Nuklir

Umumnya energi nuklir bisa dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti atau reaksi fusi. Secara umum juga energi ini dihasilkan dari reaksi antar partikel di dalam inti atom. Contoh dari reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk atau bisa juga dibilang menyerap neutron lambat. Reaksi seperti di atas akan menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang tentu lebih ringan.

Neutron tersebut dapat menumbuk atau diserap kembali oleh inti uranium untuk membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang begitu cepat guna membentuk reaksi berantai tak terkendali. Oleh sebab itu, dapat terjadinya pelepasan energi yang begitu besar dalam waktu yang terbilang singkat. Mekanisme tersebut yang sebetulnya terjadi dalam bom nuklir.

Sebetulnya ada yang lebih bermanfaat daripada dijadikan Bom nuklir. Pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi fisi sangat bisa dimanfaatkan untuk banyak hal yang lebih berguna. Karenanya, reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Dari reaksi berantai terkendali bisa diusahakan berlangsung di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi juga yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan yang lebih berguna. Contohnya adalah penelitian dan membangkitkan listrik.

Peran Pemerintah dalam Energi Nuklir

Dikutip dari DPR.go.id, terkait pengembangan nuklir, Pemerintah saat ini hanya fokus untuk menjadikannya pembangkit listrik. Keseriusan pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir itu tercantum dalam Draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi baru terbarukan (EBT) yang tengah dibahas dengan DPR RI saat ini. Mengapa hanya pembangkit listrik tenaga nuklir yang dipakai dari pemanfaatan energi nuklir?

Karena masih banyaknya pro dan kontra terkait energi nuklir tersebut. Isu nuklir saat ini sudah menjadi isu nasional bahkan universal. Itu yang sedikit banyak berpengaruh terhadap isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat. Isu nuklir yang paling krusial adalah yang berkaitan dengan isu operasional, keselamatan, pemeliharaan, dan pengawasan.

Sebetulnya, pemanfaatan energi nuklir sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2017. Bahkan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang energi juga tercantum di dalamnya dan di pertegas lagi oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014.

Pemanfaatan Energi Nuklir di Dunia

Di luar negeri, sudah banyak pemanfaatan yang dilakukan dari energi nuklir. Bahkan, banyak negara maju yang menjadikan energi nuklir sebagai pemasok energi utamanya untuk kebutuhan sehari-hari.

1. Kanada

Kanada adalah salah satu negara dengan penggunaan energi nuklir untuk memasok kekurangan listriknya. Alasan lain yang digunakan kanada memakai energi nuklir adalah karna ramahnya lingkungan dari pemakaian energi nuklir. Selain itu, dengan memakai energi listrik berbahan dasar energi nuklir, membuat harga energi listrik tersebut menjadi murah sekaligus siap pakai.

2. China

China adalah salah satu negara di benua Asia yang memakai energi nuklir untuk memasok kebutuhan energi listriknya. Walaupun dengan risiko yang mereka tahu, tetapi mereka tetap menggunakan karena bicara dari sisi kebutuhan agar tercukupi. Seperti kita tahu bahwa negara china merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia.

3. India

India juga merupakan negara dengan pemasok listriknya dari energi nuklir.

4. Perancis

Perancis juga menggunakan energi nuklir untuk pemasok listriknya. Perancis juga hanya mempunya energi yang berasal dari bumi. Namun kualitasnya rendah. Faktor yang paling terasa ketika Perancis memakai energi nuklir sebagai sumber listriknya adalah meningkatnya daya beli masyarakat terhadap listrik tersebut. Itu juga yang membuat beban hutang pemerintah Perancis menurun terus sampai sekarang.  Sejak saat itu, ekonomi Perancis tumbuh terus dan sampai sekarang kita bisa melihat sendiri bagaimana perkembangan negara Perancis yang begitu pesat.

5. Rusia

Rusia bisa di katakan sangat berhasil terkait energi nuklir. Rusia juga berinvestasi cukup besar untuk pengembangan reaktor nuklirnya. Tapi, dampak dari pengembangan reaktor nuklir yang berujung pada investasi besar-besaran membuat masalah korupsi sering kali bermunculan.

6. Spanyol

Spanyol merupakan negara dengan pasokan energi listriknya berasal dari energi nuklir. Spanyol memakai bahan energi nuklir karena ketidak pastian atau naik turunnya harga jual minyak bumi.

PEMANFAATAN ENERGI NUKLIR DI INDONESIA

Indonesia memiliki potensi sumberdaya uranium sekitar 3.000 MW sebagai bahan baku pembangkit listrik energi nuklir. Kapasitas terpasang saat ini masih sekitar 30 MW atau 1% dari total sumberdayanya yang mana digunakan dalam tahap penelitian. Penelitian ini dilakukan di tiga reaktor yaitu reaktor serbaguna GA Siwabessy di Serpong, Banten, reaktor Triga 2000 di Bandung, Jawa Barat, dan reaktor Kartini di Yogyakarta.

Baca juga: Wow! Indonesia Kaya Potensi Energi Baru Terbarukan hingga 509 GW! 

Bahkan, dikutip dari kanal teknologi.bisnis.com, Batan telah berhasil membangun iradiator gamma Merah Putih di Serpong yang menghasilkan sekitar Rp 3,5 Miliar untuk tahun 2019 yang membantu industri dan komunitas bisnis.

Pro kontra yang tak pernah selesai di Indonesia mengenai pengembangan energi nuklir membuat lambatnya proses pengembangan tersebut. Jika dilihat secara kasat mata, sampai saat ini tidak ada hal yang begitu spesial dari nuklir di Indonesia. Bahkan, sampai saat ini. Kita hanya bisa melihat negara-negara maju di luar sana memanfaatkan energi nuklir untuk kebutuhan negaranya.

Sering kali kita melihat negara macam korea utara dengan bangganya menguji coba nuklirnya di tengah laut. Sedangkan, di negara kita masih takut akan pemakaian nuklir tersebut. Memang rentan dari pemakaian nuklir. Sang pekerja wajib teliti dan konsisten di dalam ruang lingkup pengembangan reaktor tersebut.

Sampai saat ini, pengembangan reaktor nuklir hanya untuk dipakai sebagai bahan dari energi listrik. Pemanfaatan nuklir tertuang atau masuk dalam point-point di undang-undang omnibuslaw. Banyak sekali kajian yang di perlukan untuk pengembangan nuklir tersebut. Dari sisi organisasi, banyak organisasi yang sangat pro dan ada juga yang sangat kontra.

Pemerintah sendiri sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait kebijakan energi nuklir sendiri. Bahkan, jika dilihat di luar, banyak negara sangat sukses dalam pengembangan nuklirnya tersebut. Dari sisi ekonomi. Sangat-sangat jelas dampak yang ditimbulkan dari pemakaian energi nuklir tersebut.

Penulis: Muchamad Raffi Akbar

Editor: Riko Susetia Yuda


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •